Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, atas asung wara nugraha-Nya kami, Galeri Tanah Tho bisa kembali menampilkan pameran untuk kali kedua. Program pameran berkala merupakan program yang coba kami tengahkan minimal setahun tiga kali. Disamping bertujuan untuk merangsang jiwa berkesenian antar seniman, uga untuk meningkatkan kualitas dan kinerja tiap galeri yang lebih kompetitif. Sehingga galeri sebagai media pamer mempunyai karakter dan menjadi barometer untuk sebuah event-event seni rupa yang bermutu. Dan itu sangat memungkinkan bagi kami melihat lokasi dan lingkungan yang mendukung. Menjadi sebuah tanggung jawab dan evaluasi bagi kami untuk lebih maju kedepannya.
Dear art lovers ,
First and foremost, we would like to thank to the Almighty God / Ida Sang Hyang Widhi Wasa upon His blessing to us, Tanah Tho Gallery that we are able to carry out an exhibition for the second time. A periodic exhibition is a program that we try to promote at least three times a year. Our aims are stimulating the soul of art among artists, as well as improving the quality and performance of each gallery to be more competitive.. Thus, a gallery as an exhibit medium hs its character and become a barometer for high quality fine art events. It is become a responsibility and an evaluation for us to move forward in the future.
Pada 15 Mei 2004, sidangExecutive Committe FIFA di Zurizh, Swiss memilih dan kemudian menetapkan Afrika Selatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia 2010 melalui voting. Keputusan FIFA menunjuk Afrika Selatan sebagai tuan rumah dalam pesta sepak bola paling akbar di dunia ini memang dianggap aneh oleh banyak pihak, pasalnya negara dengan penduduk 44 juta jiwa ini bukan sebagai penggila bola. Orang Afrika Selatan lebih senang bermain rugby dan kriket ketimbang sepak bola. Namun, presiden Afrika Selatan yang saat itu Thabo Mbeki mau tidak mau harus meyakinkan ke banyak pihak bahwa Afrika Selatan mampu menyelenggarakan pesta akbar ini. Salah satu upaya untuk meyakinannya itu disampaikan dalam acara “Afrika Memanggil” yang juga dihadiri Sekretaris Jenderal PBB dan presiden FIFA Sepp Blatter. Dalam pernyataannya Mbeki menyatakan: “Sepak bola adalah harapan, harapan untuk dunia dan masa depan yang lebih baik. Kami datang dari tempat yang tidak hanya menjadikan sepak bola sebagai permainan, tetapi juga hasrat hidup. Afrika sudah siap, saatnya Afrika telah tiba, Afrika memanggil. Datanglah ke Afrika 2010”.
On 15 May 2010, a voting in a meeting of FIFA Executive Committe in Zurich, Swiss, has select and assign South Africa as the host of the 2010 FIFA World Cup. FIFA's decisionto appoint South Africa as host of the biggest football party in the world is considered strange by many people, becouse the country with a population of 44 million people is not a football mania. South Africans prefer to play rugby and cricket than football. However, South African president Thabo Mbeki who was then inevitably have to convince others than South Africa capable in organizing this big party. One of his convincing efforts was delivered in an event "Africa Calling" which was also attended by the General Secretary of the United Nations and the president of FIFA Sepp Blatter. In his statement Mr. Mbeki declared: "Football is hope, hope for the world and a better future. We come from a place who believes that football not just a game, but also desire to live, Africa is ready, the time has come, Africa, Africa calling. Come to Africa in 2010".
Keluarga Besar Ibu Rai, Bapak Pande Suteja Neka, Bapak A. Anzieb, Made Wiradana, Arya Dwita, Made Susila, Wayan Danu, Wayan Sadu, Teja Astawa, Ngurah Paramartha, Bakti Wijaya, I Made Gede Surya Darma, Pande Alit Wijaya Suta, I Made Palguna, Bapak Rudi, Kadek Primayudi, Staf Ibu Rai Restaurant, Staf Tanah Tho Gallery
Semua pihak yang telah membantu terselenggaranya pameran ini.